KURIKULUM


Student centered learning (SCL)

Metode pembelajaran ini berbeda dengan sistem kurikulum terdahulu yang berfokus pada pengajaran atau pengajar tetapi tidak pada yang diajar. Proses belajar itu memang membutuhkan waktu yang panjang mengacu pada konsep “LEARNING” and STUDYING.
Pada metode student centered learning yang menjadi fokus utama adalah student bukan teacher yang harus berperan sebagai mediator.

TEMA METODE PEMBELAJARAN

TEMA METODE PEMBELAJARAN

 2

PEMBICARA DAN KAJUR SIPIL

PEMBICARA DAN KAJUR SIPIL

Hal lain yang perlu ditinjau adalah kurikulum dengan melihat kebutuhan industri tetapi tidak harus sama kebutuhan industri  itu karena masalah yang cukup luas , beragam dan kompleks. Memang ada standard kompetensi yang sudah dibuat oleh assosiasi yang juga bekerja sama dengan industri ataupun perguruan tinggi. Disinilah peran dari pada metode SCL yaitu merumuskan kompetensi utama dengan melihat kebutuhan industri atau standard kompetensi yang ada. Jadi tidak heran apabila ada istilah team teaching yang terdiri dari beberapa pengajar untuk satu kompetensi yang dikehendaki.Team teaching bukan merupakan cara pengajaran yang secara bergantian memberikan mata kuliah seperti pada team work. Team teachin disini harus dapat mengikuti dan memantau materi2 terkait untuk satu kompetensi tertentu.

Dengan metode SCL ini beberapa mata kuliah akan dilebur menjadi satu paket dengan kompetensi tertentu. Jadi mata kuliah yang ada tentunya yang mempunyai kompetensi yang dituju. Apakah ada mata kuliah yang digeser atau dihilangkan sehubungan tidak ada kompetensinya?  Kita tunggu penyelesaian metode ini.
Tujuan utama adalah mahasiswa nantinya tidak lagi berpikir untuk merangkai hasil2 beberapa mata kuliah untuk menjadi satu kompetensi tertentu.  Begitulah kesimpulan sementara yang kami dapatkan dari sosialisasi metode pembelajaran “STUDENT CENTERED LEARNING” .
Ternyata menurut pengalaman pak endro dari p3ai, tidak mudah kalau terdapat pengajar yang merasa punya ilmu dibidang tertentu dan sudah bertahun-tahun membawakan mata kuliah tsb. Hal lain yang menjadi kendala adalah adanya pengajar yang merasa harus dihormati atau merasa lebih pandai. Beberapa dari kami mungkin sependapat bahwa kalau pengajar tersebut punya nilai lebih dan concern dengan sistem pembelajaran di PNJ mungkin kami akan angkat topi dan go on. Kalau tidak yah biasa saja kenapa sih…Berilah kesempatan yang mau mengurus kemajuan pembelajaran di PNJ ini.Tujuan kami tentunya adalah memberikan yang terbaik untuk mahasiswa PNJ atau institusi ini. Salah satu saran yang kami tangkap dari pak endro dosen ITS arsitek ini adalah bentuk satu team yang solid tanpa kecenderungan untuk merasa punya ilmu ataupun merasa lebih utama.
Tulisan ini mengambil bahan dari jurusan teknik sipil dengan tema “sosialisasi student centered learning optimalkan kurikulum berbasis kompetensi” di PNJ pada 28 november 2008.  Mudah2an berguna dan bermanfaat . amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: